Dibawah obor olimpiade khusus, sentuhan kemanusiaan kembali mewarnai Atena. Sebuah pertandingan olah raga amatir dunia yang memperlihatkan keunggulan manusia, dalam menanggulangi penghalang karena cacat jasmani yang dimilikinya. Olimpiade penyandang cacat yang diselenggarakan mulai tanggal 17 di kota kuno Yunani ditutup tanggal 28 September setelah 12 hari diselenggarakan. Walaupun pesta olah raga itu tidak begitu banyak mengundang perhartian masyarakat dunia namun memberikan sentuhan kemanusiaan, semangat kebersamaan, kemurahan hati dan meperlihatkan semangat olah raga yang tinggi.
Awalnya pesta olah raga itu hanya diikuti oleh penyandang cacat yang berkursi roda, namun pada tahun 1972 di Jerman, pesta olah raga tersebut telah dikuti oleh penyandang cacat lainnya. Pada tahun 1988 pesta olah raga penyandang cacat musim panas di Seoul mengalami perubahan yang berarti, dimana olimpiade dan olimpiade penyandang cacat diselenggaraakan pada tempat yang sama dan dalam siarannya diperkenalkan obor khusus olimpiade penyandang cacat. Hingga sekarang olimpiade penyandang cacat Atena, telah melibatkan sekitar 4000 atlit penyandang cacat dari 140 negara diseluruh pelosok dunia.
Seluruh atlit apakah dia peraih medali atau tidak, adalah pemenag karena telah mengajarkan kepada kita nilai-nilai semangat bagaimana sesorang yang cacat menanggulangi halangan yang ada pada dirinya untuk bisa melalukan yang terbaik dengan penuh optimis. Semangat dan keuletan meraka, memberikan dorongan untuk penderita cacat lainnya agar tidak larut dalam penderitaan dan berbuat lebih baik dengan segenap kemampuan.
Olimpiade penyandang cacat itu, juga memperlihatkan pada kita sebuah kenyataan yang dapat terjadi pada siapa saja. Bagi semua orang, baik penyandang cacat atau tidak, olimpiade penyandang cacat tersebut mengingatkan kita akan pentingnya keharmonisabn hidup bersama didunia ini. Pada olimpiade tahun ini, penyandang cacat Korea Selatan berhasil keluar sebagai 16 besar dengan meraih 11 medali emas, 11 perak dan 6 perunggu
Korea Selatan pertama kali mengirim atlit penyandang cacatnya pada 1968, kemudian menjadi tuan rumah penyelengaraan olimpiade penyandang cacat ke 8 pada tahun 1988. Olimpiade yang diadakan di Seoul tersebut merupakan momen terbaik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memahami para penyandang cacat disekitar kita...










cacad cacad