"Laugh and the world laughs with you. Weep, and you weep alone"

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris ...

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Here's an mp3 file that was uploaded as an attachment: Juan Manuel Fangio by Yue And here's a link to an external mp3 file: Acclimate by General Fuzz Both are CC licensed. Lorem ...

Some block quote tests: Here's a one line quote. This part isn't quoted. Here's a much longer quote: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. In dapibus. In pretium pede. Donec ...

Ke Menu Utama >>

Archive for April 2012

Grave of the Fireflies (Hotaru no Haka) 2008
Berkisah tentang dua orang kakak beradik, pada masa menjelang akhir Perang Dunia II, di kota Kobe Jepang. Sang kakak, Seita yang masih duduk di bangku SMP dan Adiknya Setsuko yang berusia 5 tahun. Perang telah membuat mereka harus kehilangan ibu, yang tewas akibat terkena serangan udara pesawat Amerika dan Ayah yang harus berjuang di medan perang.
Setelah kematian sang ibu, mau tidak mau mereka harus bertahan hidup. Rumah mereka hangus, tak ada lagi yang tersisa, semua bangunan rata dengan tanah. Beruntung masih ada makanan dan barang2 berharga keluarga yang sempat dikubur Seita di pekarangan rumah, untuk sementara waktu hanya itu persediaan yang bisa membantu. Kemudian Seita memutuskan untuk mencari sanak keluarga yang mungkin bisa menampung mereka.
Seita berjalan sambil membawa gerobak berisi barang2 yang tersisa beserta Setsuko di dalamnya, Kehilangan orang tua telah membuat Seita menjadi terlihat dewasa dan tegar. Perannya bukan lagi hanya sebagai seorang kakak tapi juga sebagai Ayah dan Ibu bagi Setsuko. Kalau dulu mereka terbiasa hidup berkecukupan, makan yang enak, tempat tinggal yang nyaman, dengan orang tua yang selalu menjaga mereka, kini semua lenyap dan cuma jadi kenangan indah di benak Seita, saat bersama orang tuanya, tertawa bersama atau ketika menghibur Setsuko dengan nyanyian.
Akhirnya mereka sampai di rumah bibinya. Disana mereka makan seadanya, yang tak lain adalah persediaan makanan yang mereka bawa sendiri sebelumnya, karena ternyata si bibi memperbolehkan mereka tinggal dengan syarat harus memberikan separuh persediaan makanan dan barang2 berharga yang mereka bawa. Pertengkaran terjadi, ketika Seita mendapati bibinya sedang menjual kimono2 mahal milik ibunya. Dari situ kecurigaan Seita bertambah mengenai paket2 barang atau makanan dari ayahnya yang tak pernah sampai. Seita memutuskan untuk pergi dan pindah dari sana.
Mereka menemukan sebuah tempat perlindungan dari bom mirip terowongan di tepi danau dan menetap disana. Tempat tersebut sempat di tutup dan disegel karena belum lama berselang, telah terjadi aksi bunuh diri sang Kepala Sekolah beserta anggota keluarganya, yang merasa bertanggung jawab karena telah menampung korban perang tapi tidak bisa menyelamatkannya ketika terjadi kebakaran. Mereka adalah keluarga yang baik karena pernah membuat Seita dan adiknya merasa berada di tengah2 keluarga.
Seita menjual semua barang2 berharga yang tersisa untuk membeli beras, seringkali Setsuko mengkhayalkan batu2 kerikil adalah beberapa buah permen, malam hari dia bermain dengan kunang2 tapi selalu mati keesokan paginya. Semakin hari persediaan makanan menipis dan semakin hari bertambah juga kuburan kunang2 Setsuko. Tak ada lagi yang bisa di makan, hingga suatu saat Setsuko pun terkena diare, semakin hari tubuhnya semakin lemah hingga tergolek lemas di atas tanah. Demi menyelamatkan Setsuko, Seita terus berusaha apapun caranya meskipun dengan mencuri makanan di kebun petani atau ke rumah penduduk yang sedang di hujani bom. Sayangnya, nyawa Setsuko tidak bisa tertolong lagi, Seita berteriak memanggil Setsuko tapi dia tidak pernah bangun lagi. Akhirnya, kuburan Setsuko di tempatkan diantara kuburan kunang2 peliharaannya.
Grave of The Fireflies 1988/2005
Cerita ini berdasarkan otobiografi semi-novel dari nama yang sama (di publikasikan tahun 1967), Penulisnya Akiyuki Nosaka, yang kehilangan adiknya akibat kekurangan gizi  di masa perang pada tahun 1945. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena kematian saudaranya, untuk membantunya menerima tragedi itu, kemudian ia menulis cerita ini sebagai penebus kesalahan. Awalnya film ini merupakan film kartun atau anime, tapi kemudian di buat versi live action pada tahun 2005.
NTV di Jepang membuat sebuah versi live action nya, pada peringatan ulang tahun ke 60 akhir Perang Dunia II. Film ini disiarkan pada tanggal 1 November 2005. Seperti animenya, live action versi 2005 ini berfokus pada dua saudara kandung yang berjuang untuk bertahan hidup di hari-hari terakhir perang di Kobe, Jepang. Berbeda dengan versi animasinya, live action menceritakan kisah dari sudut pandang sepupu mereka (putri si bibi) dan berhubungan dengan masalah bagaimana perang itu telah mengubah wanita menjadi iblis berdarah dingin. Film ini dibintangi Nanako Matsushima sebagai bibi, serta Inoue Mao sebagai sepupu mereka yang berdurasi sekitar 2 jam dan 28 menit. Versi film live action terbaru dirilis lagi di Jepang pada 5 Juli 2008 yang diperankan oleh Reo Yoshitake sebagai Kakak dan Rina Hatakeyama sebagai Adik.
Terakhir saya nonton film ini 2 taun yang lalu, jadi bikin sinopsis nya ala kadarnya aja, maklum. Maunya nonton lagi biar lebih jelas dan akurat trus bisa bikin resensinya, tapi berhubung film nya udah lama dipinjem dan ampe sekarang belon dikembaliin, jadi mohon maaf kalo ada salah2 kate :D . Yang jelas film ini bisa dimanfaatkan jadi reminder dalam menghadapi hidup, membuka mata hati, menyentuh dan mengharukan, nyawa seperti udah gak ada harga lagi, gak ada gunanya banyak uang kalo gak ada apapun yang bisa dibeli, dalam sekejap siapa saja bisa mati entah kaya ato miskin, apalagi yang cakep ato jelek, cocok banget buat ngaca :D , pokoknya gak pilih2. Gak bikin saya nangis waktu nonton film versi 2008 ini, tapi sangat menghenyakkan dan membuat mata berkaca-kaca, bolehlah. Kabarnya, Film animasinya yang dirilis tahun 1988 lebih memilukan dan bikin kita secara gak sadar meneteskan air mata, jadi kalo blom nonton, download aja Film beserta subtitle nya. DVD yang versi 2008 sekarang masih beredar kok di pasaran, spesial nyang edisi bajakan. :D

Continue